LITERASI MEDIA DAN LITERASI DIGITAL

PENGERTIAN LITERASI

2
https://massfm.files.wordpress.com/2017/05/506f2-100districts.jpg

Literasi menurut National Institute for Literacy adalah Kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Dari definisi ini terkandung makna bahwa definisi Literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu.

Di lain sisi, Education Development Center (EDC) menyatakan bahwa Literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Namun lebih dari itu, Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia.

LITERASI MEDIA

3

Melek media adalah satu set perspektif yang aktif kita gunakan untuk membuka diri kepada media untuk menafsirkan makna pesan yang kita hadapi. Kita membangun perspektif kita dari struktur pengetahuan. Untuk membangun struktur pengetahuan kita, kita perlu alat dan bahan baku. Alat-alat adalah keterampilan kita. bahan baku adalah informasi dari media dan dari dunia nyata. Aktif menggunakan berarti bahwa kita sadar akan pesan dan berinteraksi dengan mereka. Selain itu, menurut Livingstone (2003), literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan pesan dalam berbagai bentuk medium (Herlina,2012).

Di Amerika Serikat, John Culkin, SJ adalah  orang yang menemukan Literasi Media.salah satu pendidik pertama di A.S. untuk memulai media eksplisit. Pada tahun 1930, FR Leavis dan Denys Thompson menerbitkan Instruksi manual untuk pengajaran tentang media massa di sekolah yaitu “Budaya dan lingkungan: pelatihan kesadaran kritis”. Sedangkan di Indonesia, diinisiasi oleh beberapa Organisasi Nirlaba: Rumah Sinema (2004), Yayasan Pengembangan Media Anak (2005), Remotivi (2010) yang bergerak dalam bentuk program pemberdayaan Komunitas, konferensi, publikasi, workshop.”

Tujuan dari Literasi Media itu sendiri adalah dalam  media literacy  terdapat pengetahuan tentang bagaimana media bekerja, bagaimana media membangun makna-makna sosial dan bagaimana media berfungsi dalam kehidupan kita sehari-hari. Tujuannya untuk mendidik masyarakat agar mampu menggunakan media secara cerdas dan kritis. Seorang yang melek media kemudian menjadi seseorang yang mampu untuk membaca, memahami, mengevaluasi, menyeleksi dan mengkritik isi dari pesan-pesan media.

LITERASI DIGITAL

4.png
http://bukuonlinestore.com/wp-content/uploads/2016/11/literasi-digital.jpg

Literasi digital merupakan suatu konsep yang menjelaskan mengenai konsep literasi di era digital. Menurut Gilster dalam Jurnal Literasi Digital Remaja di Kota Surabaya, literasi digital adalah kemampuan untuk memahami serta menggunakan informasi dari berbagai format. Namun, bukan hanya kemampuan untuk membaca saja melainkan dapat mengerti makna yang terkandung di dalamnya.

Istilah literasi digital pernah digunakan tahun 1980 an,(Davis & Shaw, 2011), secara umum bermakna kemampuan untuk berhubungan dengan informasi hipertekstual dalam arti membaca non-sekuensial atau nonurutan berbantuan komputer (Bawden, 2001). Istilah literasi digital mulai popular sekitar tahun 2005 (Davis & Shaw, 2011) Literasi digital bermakna kemampuan untul berhubungan dengan informasi hipertekstual dalam arti bacaan tak berurut berbantuan komputer. Gilster (2007) kemudian memperluas konsep literasi digital sebagai kemampuan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital.; dengan kata lain kemampuan untuk membaca, menulis dan berhubungan dengan informasi dengan menggunakan teknologi dan format yang ada pada masanya. Penulis lain menggunakan istilah literasi digital untuk menunjukkan konsep yang luas yang menautkan bersama-sama berbagai literasi yang relevan serta literasi berbasis kompetensi dan ketrampilan teknologi komunikasi, namun menekankan pada kemampuan evaluasi informasi yang lebih “lunak” dan perangkaian pengetahuan bersama-sama pemahaman dan sikap (Bawden, 2008; Martin, 2006, 2008) . Literasi digital mencakup pemahaman tentang Web dan mesin pencari. Pemakai memahami bahwa tidak semuainformasi yang tersedia di Web memiliki kualitas yang sama; dengan demikian pemakai lambat laun dapat mengenali situs Web mana yang andal serta situs mana yang tidak dapat dipercayai. Dalam literasi digital ini pemakai dapat memilih mesin pemakai yang baik untuk kebutuhan informasinya, 9 mampu menggunakan mesin pencara secara efektif misalnya dengan “advanced search”.

 

DAMPAK LITERASI MEDIA DAN DIGITAL:

 

5
http://www.uplek.com/wp-content/uploads/2016/01/social

 

  • DAMPAK POSITIF:
  1. Menghemat waktu: Seorang pelajar atau mahasiswa yang mendapatkan tugas dari guru atau dosennya, maka ia akan mengetahui sumber-sumber informasi terpercaya yang dapat dijadikan referensi untuk keperluan tugasnya. Waktu akan lebih berharga karena dalam usaha pencarian dan menemukan informasi itu menjadi lebih mudah.
  2. Belajar lebih cepat: Pada kasus ini misalnya seorang pelajar yang harus mencari definisi atau istilah kata-kata penting misalnya di glosarium. Dibandingkan dengan mencari referensi yang berbentuk cetak, maka akan lebih cepat dengan memanfaatkan sebuah aplikasi khusus glosarium yang berisi istilah-istilah penting.
  3. Menghemat uang: Saat ini banyak aplikasi khusus yang berisi tentang perbandingan diskon sebuah produk. Bagi seseorang yang bisa memanfaatkan aplikasi tersebut, maka ini bisa menghemat pengeluaran ketika akan melakukan pembelian online di internet.
  4. Membuat lebih aman: Sumber informasi yang tersedia dan bernilai di internet jumlahnya sangat banyak. Ini bisa menjadi referensi ketika mengetahui dengan tepat sesuai kebutuhannya. Sebagai contoh ketika seseorang akan pergi ke luar negeri, maka akan merasa aman apabila membaca berbagai macam informasi khusus tentang negara yang akan dikunjungi itu.
  5. Selalu memperoleh informasi terkini: Kehadiran aplikasi terpercaya akan membuat seseorang akan selalu memperoleh informasi baru.
  6. Selalu terhubung: Mampu menggunakan beberapa aplikasi yang dikhususkan untuk proses komunikasi, maka akan membuat orang akan selalu terhubung. Dalam hal-hal yang bersifat penting dan mendesak, maka ini akan memberikan manfaat tersendiri.
  7. Membuat keputusan yang lebih baik: Literasi digital membuat indvidu dapat membuat keputusan yang lebih baik karena ia memungkinkan mampu untuk mencari informasi, mempelajari, menganalisis dan membandingkannya kapan saja. Jika Individu mampu membuat keputusan hingga bertindak, maka sebenarnya ia telah memperoleh informasi yang bernilai.
  8. Dapat membuat anda bekerja: Kebanyakan pekerjaan saat ini membutuhkan beberapa bentuk keterampilan komputer. Dengan literasi digital, maka ini dapat membantu pekerjaan sehari-hari terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer misalnya penggunaan Microsoft Word, Power Point atau bahkan aplikasi manajemen dokumen ilmiah seperti Mendelay dan Zetero.
  9. Membuat lebih bahagia: Dalam pandangan Brian Wright, di internet banyak sekali berisi konten-konten seperti gambar atau video yang bersifat menghibur. Oleh karenanya, dengan mengaksesnya bisa berpengaruh terhadap kebahagiaan seseorang.
  10. Mempengaruhi dunia: Di internet tersedia tulisan-tulisan yang dapat mempengaruhi pemikiran para pembacanya. Dengan penyebaran tulisan melalui media yang tepat akan memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan perubahan dinamika kehidupan sosial. Dalam lingkup yang lebih makro, sumbangsih pemikiran seseorang yang tersebar melalui internet itu merupakan bentuk manifestasi yang dapat mempengaruhi kehidupan dunia yang lebih baik pada masa yang akan datang.

 

  • DAMPAK NEGATIF:

Untitled1

  1. Literasi digital berdampak pada pustakawan: Pustakawan harus menguasai literasi informasi serta literasi lainnya sehingga memungkinkan pustakawan mengembangkan kegiatan literasi informasi di lingkungannya. Pengetahuan latar belakang juga menimbulkan masalah pada pendidikan pustakawan.
  2. Tidak mampu membedakan informasi: Ketika orang mempunyai tingkat literasi digital yang rendah, orang tersebut tidak dapat membedakan mana informasi yang kredibel mana yang tidak.
  3. Adanya perubahan sosial yang cenderung lebih mengarah pada individualisme: Masyarakat jaman sekarang cenderung lebih aktif pada media sosial daripada berinteraksi langsung.
  4. Mulai terjadi pendegradasian (pengikisan) terhadap nilai – nilai warisan budaya: Adanya pengaruh globalisasi membuat masyarakat lebih menyukai budaya baru yang muncul daripada warisan Indonesia.
  5. Adanya kebebasan tanpa batas: Terjadi kesulitan dalam melakukan kontrol terhadap pola perkembangan anak.
  6. Memungkinkan terjadinya plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain: Luasnya informasi diinternet membuat orang ketika mengerjakan tugas enggan untuk berfikir dan memilih untuk copy paste yang sudah ada diblog sehingga dianggap melakukan plagiarism.
  7. Memungkinkan terjadinya suatu tindakan kriminal dengan inovasi modus yang berbeda: Kurangnya ekonomi dan tingkat pengangguran di Indonesia membuat orang akan melakukan kejahatan berupa penipuan.
  8. Mudah mempercayai berita hoax: kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang literasi digital membuat seseorang dengan gampang menelan mentah-mentah berita yang sumber dan kebenarannya masih dipertanyakan.

 

Penerapan Digital Literasi

  1. Di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, literasi digital telah dimasukkan ke dalam pembelajaran dan dihubungkan dengan literasi digital, maka kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan melalui internet (blog, web, dan media sosial).Screen Shot 2017-06-01 at 12.30.22 AM.png
  2. Di masyarakat kegiatan literasi digital seperti renungan di lingkungan pada saat bulan kitab suci. Masyarakat dapat menggunakan alkitab online apabila tidak membawa buku alkitab.

holybibleapp-1.jpg

 

STUDI KASUS

Pada zaman sekarang ini, sebagian masyarakat sudah mulai melek dengan media dan digital. Namun, karena kurangnya pengetahuan terhadap literasi media dan digital, menyebabkan masyarakat cemderung memanfaatkan pengetahuan yang ia miliki ke hal-hal yang bersifat negatif. Apabila ada sebuah berita yang belum diketahui sumbernya dengan jelas, mereka tidak berusaha mencari kebenaran berita tersebut tetapi justru masyarakat menelannya dengan mentah-mentah dan menyebarkanluaskan berita tersebut. Seperti yang banyak beredar di internet sekarang mengenai kasus Ahok, banyak oknum yang tidak bertanggung jawab, menyebarkan berita-berita hoax, dan membuat berita tersebut menjadi terlihat benar.

_92223391_aganharahap.jpg

Foto Habib Rizieq yang berjabat tangan dengan Ahok ini adalah foto editan yang diolah oleh seorang ‘seniman Photoshop’ bernama Agan Harahap yang memang dikenal dengan editan-editan foto tokoh terkenal dari aktris Angelina Jolie, Kim Kardashian, hingga petinju terkenal Filipina Manny Pacquiao.

Dia mengunggah foto editan itu dalam akun Facebook-nya dan mendatangkan reaksi yang beragam. Orang-orang yang rajin mengikuti karyanya langsung mengerti bahwa itu adalah editan yang disengaja. “Damai dunia,” kata satu pengguna. Tapi ada juga yang menganggapnya sangat serius. “Berhentilah hasut dan fitnah. Tambah ngerusak bangsa,” kata yang lain. (bbc.com)

DAFTAR PUSTAKA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s