media sosial

MEDIA SOSIAL

Definisi

Media sosial adalah sebuah media online, di mana para penggunanya melalui aplikasi berbasis internet dapat saling berbagi dan berpartisipasi, dan menciptakan konten berupa blog, wiki, foru, jejaring sosial, dan lain sebagainya

Perjalanan Media Sosial

Media sosial dimulai sejak tahun 1969 sejak ditemukanna internet (ARPANET) kemudian perkembangan internet terus berkembang secara pesat. Tahun 1978 ditemukanlah sebuah sistem bernama Bulletin Board System (BBS) yang ditemukan oleh Ward Christensen dan Randy Suess. BBS menghubungkan orang-orang melalui papan-papan yang tesedia dengan tema tertentu. Kemudian pada tahun 1988 muncul Internet Relay Chat (IRC) ang ditemukan oleh  Jarkko Oikarinen. IRC merupakan suatu bentuk komunikasi internet yang diciptakan untuk komunikasi interpersonal dan komunikasi pada kelompok yang disebut channel (saluran) dimana terdiri dari client dan server. Kemudian pada tahu 1994 muncul blog pertama yang dimulai oleh seseorang bernama Justin Hall yang menciptakan website pribadinya bernama Justin’s Home Page dan berubah menjadi Links fron the Underground dan menjadi awal perkembangan blog. Tahun 2001 mulai muncul Wikipedia dimana Wikipedia memperbolehkan kita secara sukarela untuk menambah atau mengurangi sebuah artikel apapun. Bagi yang ingin menambahan konten maka mereka harus membuat akun untuk menulis sebuah halaman baru di Wikipedia. Skype muncul pada tahun 2003 dimana memberian kemudahan bagi pengguna untuk mengobrol tatap muka lewat panggilan telefon. Skype ditemukan oleh wirausahawan Niklas Zennstrom dan Janus Friis. Pada tahun 2004 munculah sebuah media sosial yang menggemparkan dunia yaitu Facebook yang ditemukan oleh Mark Zuckerberg yang ia temukan sejak masa kuliahnya. Facebook memiliki banyak fitur seperti update status yang dapat dibaca oleh banyak orang, pesan dimana dapat mengirip pesan kepada pengguna facebook lainnya, chat untuk saling berbicara dengan real-time dengan pengguna facebook yang juga sedang online, photos, videos dll. Tahun 2005 muncul sosial media yang tidak kalah menggemparkannya yaitu youtube diman dalam media sosial ini kita dapat mengunggah (upload) video yang kita buat sendiri dan menonton video buatan orang lain. Youtube ditemukan oleh 3 orang yaitu Chad Hurley, Steven Chen dan Jawed Karim. Youtube sekrang sudah dapat menjadi lahan pekerjaan yang baru karena terdapat banyak youtubers dimana mereka menghasilkan uang mereka lewat video-video yang mereka unggah. Perkembangan social media terus berkembang mulai muncul banyak sosial media lain yang tidak kalah canggih seperti twitter, path , Instagram, line dan masih banyak lagi yang bersaing untuk menarik para konsumen.

Terdapat 5 karakterisitik dari social media menurut kemendag.org dimana ciri-ciri ialah sebagai berikut :

  1. Konten yang dibuat oleh pengguna dan dibagikan kepada orang lain dan tidak terbatas pada satu orang
  2. Dalam konten social media terdapat beberapa aspek seperti interaksi antara pengguna baik interpersonal dan kelompok, berbagi , kehadiran (eksis) , reputasi (status)
  3. Isi dari konten muncul tanpa adanya gatekeeper dan tidak memiliki gerbang penghambat. Dimana setiap pengguna dapat mengakat berbagai macam konten tanpa ada yang menyaring apa yang dibuatnya
  4. Isi disampaikan secara langsung dan online. Media social bersifat up to date karena menyampaian informasi yang cepat dan langsung tersebar kepada banyak pengguna
  5. Media social menjadikan pengguna aktor dan juga creator dimana mereka dapat membuat sebuah tulisan atau video yang mereka sendiri menjadi pelaku maka dari itu media sosial menjadi alat aktualisasi diri untuk menyatakan eksistensi diri.

Social media juga memiliki banyak kasus karena dengan social media kita dapat mengungkapkan apapun dengan mengunggah apapun sehingga pemerintah mengeluarkan sebuah undang undang yaitu undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Isi dalam unadang-undang ini yang memiliki kaitan terhadapa media social ialah pada bab 7 pasal 27. Yang berisi sebagai berikut :

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

Pasal ini membuat pengguna sosial media di Indonesia harus berhati-hati dengan setiap tingkah laku yang ia lakukan dalam media sosial karena terdapat sanksi apabila melangga peraturan-peraturan dalam undang-undang. Salah satu kasus yang sedang hangat diperbincangkan ialah kasus Nuril dimana ia terkena jerat pada ayat satu pasal 27 untuk tindakan penyebaran muatan melanggar kesusilaan.

JENIS-JENIS MEDIA SOSIAL

Media sosial adalah teknologi berbasis web untuk komunikasi dan berbagi melalui internet. Dalam hal ini, media sosial mendefinisikan empat karakteristik yaitu user-generated content, komunitas, distribusi yang cepat, dan dialog terbuka dua arah (Hill, 2014:3). Dalam artikelnya berjudul “User of the World, Unite! The Challenges and Opportunities of Social Media” di Majalah Business Horizons (2010) halaman 69-68, Andreas M. Kaplan  dan Michael Haenlein membuat klasifikasi berbagai jenis media sosial yang berdasarkan ciri-ciri penggunaannya. Menurut mereka, pada dasarnya media sosial dapat dibagi menjadi enam jenis, yaitu:

  • Pertama, proyek kolaborasi website, di mana user-nya diizinkan untuk dapat mengubah, menambah, atau pun membuang content–contentyang termuat di website tersebut, seperti Wikipedia.
  • Kedua, blogdan microblog, di mana user mendapatkan kebebasan dalam mengungkapkan suatu hal di blog tersebut, seperti perasaan, pengalaman, pernyataan, sampai kritik terhadap suatu hal, seperti Twitter.
  • Ketiga, contentatau isi, di mana para user di website ini saling membagikan content–content multimedia, seperti e-book, video, foto, gambar, dan lain-lain seperti Youtube.
  • Keempat, situs jejaring sosial, di mana usermemeroleh izin untuk terkoneksi dengan cara membuat informasi yang bersifat pribadi, kelompok atau sosial sehingga dapat terhubung atau diakses oleh orang lain, seperti misalnya Facebook.
  • Kelima, virtual game world, di mana usermelalui aplikasi 3D dapat muncul dalam wujud avatar-avatar sesuai keinginan dan kemudian berinteraksi dengan orang lain yang mengambil wujud avatar juga layaknya di dunia nyata, seperti Second Life.
  • Keenam, virtual social world, merupakan aplikasi berwujud dunia virtual yang memberi kesempatan pada penggunanya berada dan hidup di dunia virtual untuk berinteraksi dengan yang lain. Virtual social worldini tidak jauh berbeda dengan virtual game world, namun lebih bebas terkait dengan berbagai aspek kehidupan, seperti Second Life.

DAMPAK MEDIA SOSIAL

Dampak positif yang lain dari adanya situs jejaring sosial adalah percepatan penyebaran informasi. Akan tetapi ada pula dampak negatif dari medsos, yakni berkurangnya interaksi interpersonal secara langsung atau tatap muka, munculnya kecanduan yang melebihi dosis, serta persoalan etika dan hukum karena kontennya yang melanggar moral, privasi serta peraturan.

DAMPAK NEGATIF

  1. KurangnyaInteraksi dengan Dunia Luar

Kemunculan situs jejaring sosial ini menyebabkan interaksi interpersonal secara tatap muka (face-to-face) cenderung menurun. Orang lebih memilih untuk menggunakan situs jejaring sosial karena lebih praktis. Hal ini menyebabkan orang tersebut menjadi anti-sosial.

  1. MembuatKecanduan

Tidak dapat dipungkiri jika para pengguna jejaring sosial dapat menghabiskan waktunya seharian di depan komputer karena kecanduan. Sehingga membuat produktivitas menjadi menurun karena sebagian besar waktunya hanya digunakan untuk jejaring sosial.

  1. Pemborosan

Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan orang tersebut untuk mengaktifkan internet atau membayar di warnet (warung internet). Hal ini tentu saja akan merugikan bagi penggunanya sendiri karena tidak sedikit biaya yang terbuang sia-sia karena hanya sekedar menggunakan jejaring sosial.

  1. TergantikannyaKehidupan Sosial

Jejaring sosial sangat nyaman sekali digunakan. Saking nyamannya sebagian orang merasa cukup dengan berinteraksi lewat jejaring sosial saja sehingga mengurangi frekuensi tatap muka dengan orang lain. Bertatap muka tidak seharusnya digantikan dengan bertemu di dunia maya. Obrolan, tatapan mata, ekspresi muka, dan canda lewat ketawa tidak bisa tergantikan oleh rentetan kata-kata bahkan video sekalipun. Tentunya ada sebuah hal yang hilang dari interaksi seperti ini.

  1. Pornografi

Sebagaimana situs jejaring sosial lainnya, tentu ada saja yang menyalahgunakan pemanfaatan dari situs tersebut untuk kegiatan yang berbau pornografi. Bahkan ada yang memanfaatkan situs semacam ini untuk menjual wanita.

  1. Kesalahpahaman

Di jejaring sosial facebook, pernah ada kasus pemecatan seorang karyawan karena menulis yang tidak semestinya di facebook. Jejaring sosial yang dimaksud di sini adalah suatu cara yang fenomenal untuk menyebarkan informasi yang kita miliki melalui situs-situs dalam hal ini adalah facebook (Budiargo, 2015:18). Bahkan juga pernah terjadi penuntutan ke meja pengadilan karena kesalahpahaman di facebook. Jejaring sosial facebook ini merupakan jaringan sosial yang sifatnya terbuka antara user dan teman-temannya. Seperti kehidupan nyata, gosip, atau informasi miring dengan cepat juga dapat berkembang di jaringan ini. Haruslah disadari menulis di status, di wall dan komentar di berbagai aplikasi adalah sama saja seperti obrolan pada kehidupan nyata bahkan efeknya mungkin lebih parah karena bahasa tulisan terkadang menimbulkan salah tafsir.

 

Advertisements

One thought on “media sosial”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s