TEORI KOMMAS: Teori Masa Klasik

TEORI PELURU

kom2

Teori peluru atau teori jarum suntik ini telah berkembang tahun 1930 hingga 1940-an, sehingga dapat dikatakan sebagai teori media massa pertama yang pernah ada. Teori ini menyatakan bahwa media memberikan rangsangan secara besar dan beragam kepada publik atau masyarakat. Rangsangan ini mempengaruhi emosi atau membangkitkan perasaan individu. Setiap individu mendapatkan dan memberikan rangsangan atau respon yang sama terhadap stimulus dari media. Karena teori ini mengasumsikan publik yang tidak berdaya ditembaki oleh stimulus media massa, yang disebut dengan “teori peluru” (bullet theory) atau model jarum hipodermis, yang mengisyaratkan pesan komunikasi seperti menyebut obat yang disuntikan dengan jarum ke bawah kulit pasien.

Teknik penyampaian pesan teori peluru ini hanya satu arah dan juga mempunyai efek yang sangat kuat terhadap komunikan. Teori peluru ini mengasumsikan, media massa sebagai jarum raksasa yang menyuntik khayalak yang pasif, yang menganggap sebagai sekumpulan individu yang umum dan mudah dipengaruhi. Sehingga, pesan-pesan yang disampaikan pada mereka akan selalu diterima, dengan media yang memiliki sifat yang langsung, cepat, dan memiliki efek yang kuat tehadap komunikan.

Teori ini memprediksikan dampak pesan pesan komunikasi massa yang kuat dan kurang lebih universal pada semua audience. Kekuatan media yang begitu dahsyat hingga bisa memegang kendali pikiran khalayak yang pasif dan tak berdaya.

Kekuatan dari teori jarum suntik adalah :

  • Media memiliki peranan yang kuat dan dapat mempengaruhi afektif, kognisi dan behaviour dari audiencenya.
  • Pemerintah dalam hal ini penguasa dapat memanfaatkan media untuk kepentingan birokrasi ( negara otoriter ).
  • Audience dapat lebih mudah di pengaruhi.
  • Pesanya lebih mudah dipahami.

 

Kelemahan teori jarum suntik adalah :

  • Keberadaan masyarakat yang tak lagi homogen dapat mengikis teori ini tingkat pendidikan masyarakat yang semakin meningkat.
  • Meningkatnya jumlah media massa sehingga masyarakat menentukan pilihan yang menarik bagi dirinya.
  • Adanya peran kelompok yang juga menjadi dasar audience untuk menerima pesan dari media tersebut.

 

Teori jarum suntik ini juga memiliki efek bagi masyarakat. Masyarakat awam akan mudah percaya dengan media tanpa mecaritahu kebenarannya tetapi berbeda dengan masyarakat yang aktif, dia akan mencari tahu kebenaran informasi dari media tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

Jadi kesimpulan teori ini adalah publik sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menolak informasi setelah ditembakkan oleh media komunikasilayaknya kemasukan obat bius melalui jarum suntik. individu memilikikemampuan untuk menyeleksi apa saja saja yang berasal dari luar & tidak direspons begitu saja.

Model Uses and gratification

Model ini tidak mengkaji apa yang dilakukan media terhadap orang, melainkan bagaimana orang memperlakukan media sehingga ia mendapat kepuasan atas kebutuhannya, seperti:

  1. kognitif, bertindak untuk mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan pengetahuan.
  2. pengalihan, bertindak menggunakan media untuk membawa perhatian ke tampat lain.
  3. social utility, bagaimana media menjadi alat untuk menghubungkan orang dengan orang lainnya.
  4. affiliation, memenuhi rasa memliki atau keterlibatan dengan suatu kelompok.
  5. expression, memenuhi kebutuhan mengekspresikan pikiran, perasaan, dan opini.
  6. withdrawal, menggunakan media sebagai sarana batas antara satu individu dengan individu lainnya.

Katz, Blumler, dan Gurevitch membagi beberapa asumsi, yaitu:

  1. khalayak aktif dan penggunaan media berorientasi pada tujuan.
  2. khalayak bebas menyeleksi media dan progam-program yang sesuai dengan keingingannya untuk memenuhi kebutuhannya.
  3. media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lain untuk memuaskan kebutuhan.
  4. memiliki kesadaran diri akan penggunaan media sehingga dapat mendapatkan gambaran yang akurat mengenai kegunaannya.
  5. penilaian mengenai isi media hanya dapat dinilai dari khalayak.

Contoh kasus:   Acara unjuk bakat yang ditayangkan di televisi memberikan hiburan bagi masyarakat, memberikan pengetahuan melalui komentar juri mengenai penampilan kontestan, dan dapat mengalihkan perhatian si audiens.

http://img.antaranews.com/new/2014/03/ori/20140307sdbt-rhjt.jpg

Teori Agenda Setting

Teori agenda setting pertama kali dikemukakan oleh Walter Lippman yang kemudian diteliti oleh McCombs dan Donald L. Teori agenda setting mengkaji upaya media untuk tidak hanya menjadi saluran isu dan peristiwa. Teori ini menyatakan bahwa media massa merupakan pusat penentuan kebenaran dengan kemampuan media massa untuk mentransfer 2 elemen yaitu kesadaran informasi ke dalam agenda publik dengan mengarahkan kesadaran publik serta perhatiannya kepada isu yang dianggap penting oleh media massa.

Terdapat 2 asumsi dasar yang paling mendasari penelitian mengenai agenda setting:

  1. masyarakat pers dan media massa tidak mencerminkan kenyataan, mereka menyaring dan membentuk isu.
  2. konsentrasi media massa hanya pada beberapa masalah masyarakat untuk ditayangkan sebagai isu-isu yang lebih penting daripada isu lain.

Teori agenda setting memiliki 3 dimensi utama, yaitu:

  1. agenda media, berpusat kepada bagaimana media massa mengarahkan informasi yang dianggap penting tertentu secara terus menerus kepada massa dan apakah masuk ke dalam headline atau tidak.
  2. agenda publik, berpusat kepada informasi yang terus menerus diterima oleh publik sehingga menjadi isuk yang hangat serta menciptakan awareness kepada publik.
  3. agenda kebijakan,bagaimana pada akhirnya suatu berita menjadi engaruh dalam kebijakan publik dan pemerintah.
Advertisements

One thought on “TEORI KOMMAS: Teori Masa Klasik”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s