INTERNET

mas1

SEJARAH INTERNET

Internet adalah suatu jaringan computer yang saling terhubung menggunakan suatu sistem. Internet muncul pada akhir tahun 60-an dimana Amerika Serikat yaitu United State Department of Defense (DoD) memerlukan suatu hal yang baru dalam komunikasi internetworking. Setelahnya, muncul local area networks (LANs) yang berfungsi untuk menghubungkan komputer dalam satu area dan wide area networks (WANs) yang dapat menghubungkan berbagai komputer ke berbagai wilayah dunia yang luas. Melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.

mas2

Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

mas3

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

PERKEMBANGAN INTERNET DI INDONESIA

mas4

Jaringan Internet masuk ke indonesia terhadap akhir tahun 1980-an jaringan yang menghubungkan lima kampus bersama dengan layanan dial up yang disebut sebagai UniNet. kelima kampus itu adalah Universitas Indonesia, Universitas Terbuka, Institute Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, dan institute Teknologi Sepuluh November. Tetapi jaringan ini tidak berkembang karena kurangnya infrastuktur yang memadai. berikut ini adalah perkembangan internet di indonesia.

  1. Tahun 1986 – 1987 

Tulisan-tulisan awal internet di Indonesia datang dari kegiatan di amatir radio, khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB yang bermodal pesat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 dengan komputer Apple II, yang terdapat sekitar belasan anak muda ITB mempelajari paket radio pada band 40 m yang kemudian didorong ke arah TCP/IP. Para pelaku amatir radio Indonesia yang mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS), yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengaitkan banyak “server” BBS amatir radio di seluruh dunia, agar e-mail dapat tetap berjalan dengan lancar.

 

  1. Tahun 1989 – 1990 

Berawal dari mailing list pertama, yaitu indonesians@janus.berkeley.edu, diskusi-diskusi antartemen mahasiswa Indonesia di luar negeri, mengenai pemikiran alternatif beserta kesadaran masyarakat ditumbuhkan. Pola dari mailing list ini terus berkembang, terutama di host server di ITB & egroups. co. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas internet di Indonesia.

Di awal tahun 1990 komunikasi antara Onno W, Purbo yang beradah di Kanda dengan panggilan YCIDAV/VE3 dengan rekan-rekan amatir radio di Indonesia yang dilakukan dengan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie yang berukuran sekitar 2 meter, komunikasi dari indonesia dengan Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan amatir radio.

  1. Tahun 1992- 1994 

Teknologi packet radio TCP/IP yang diadopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet. AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang menggunakan IP pertama yang dikenal dengan domain AMPR. ORG dan IP 44.132. BPPT mengoperasikan gateway radio paket yang bekerja pada band 70 cm dengan menggunakan PC 386 dan sistem operasi DOS yang menjalankan program NOS yang digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP.

  1. Tahun 1994-1995 

Di tahun 1994-an mulai beroperasi ISP komersial pertama IndoNet. Sambungan awal untuk Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet. Ases awal di IndoNet mula-nula memakai mode teks dengan shell account, brwoser Lynx and e-mail client pine pada server AIX. Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. dengan memakai remote browser Lynx di AS, pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).

Sejak tahun 1994 Internet masuk ke Indonesia dengan Top Level Domain ID (TLD ID) primer yang dibangun di server UUNET, lalu dilanjutkan dengan domain tingkat dua (Second Level Domain). ISP (Internet Service Provicer) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet yang terhubung ke Internet dengan kapasitas bandwidth 64 Kbps. Di Indonesia, lembaga yang dapat memperkirakan pengguna Internet adalah APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). Menurut APJII pengguna Internet sampai akhir tahun 2007 ini seki

tar 17 juta.

Bandwidth adalah istilah yang menunjukkan kapasitas media dalam membawa infomasi. Bandwidth dapat digunakan dalam banyak hal, seperti telepon, jaringan kabel, bus, sinyal frekuensi radio, dan monitor. Bandwidth diukur dengan putaran per detik (cycle per second) atau hertz (HZ), tetapi dapat juga digunakan dalam ukuran bit per second (bps).

MENGAPA INTERNET DI INDONESIA “LEMOT”

 mas5

Internet adalah salah satu proyek yang sangat besar yang tentu saja membutuhkan dana yang benar. Negara-negara maju tentu saja memiliki dana yang cukup untuk membangun suatu alat pemancar guna tersambungnya jaringan internet. Indonesia menjadi Negara yang berkembang tentu menjadi hal yang sulit dalam membangun infrastruktur guna pembentukan internet. Selain faktor dana atau ekonomi, faktor geografi juga mempengaruhi dalam proses pembangunan infrastruktur dimana lingkungan di Indonesia yang masih banyak hutan segingga sulit dalam melakukan pembangunan. Jangankan internet di beberapa wilayah Indonesia yang masih terpencil saja ada wilayah yang belom terjangkau oleh listrik. Maka alasan ekomomi dan faktor geografis lah yang menjadi sumber permasalahan suatu pembanguan infrastruktur terhambat sehingga menyebabkan internet di Indonesia menjadi “lemot”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s