(Resume) Ch 2 Perspectives On Mass Communication

Prodigm Komunikasi Massa

  • Functional Approach

Functional approach menekankan cara menggunakan dan melihat manfaat dari komunikasi masa bagi pengguna

  • Critical / Cultural Approach

Kemampuan untuk menguasai dalam menekan banyak makna dan menginterprestasi.

  • Empirical Approach

Menggunakan teknik ilmu-ilmu sosial, seperti eksperimen dan survei, untuk meneliti efek kognitif, sikap, dan perilaku dari komunikasi massa itu sendiri.

Example: the Apprentice

  • Functional Approach
  • Mengapa orang-orang menonton acara ini?
  • Apakah tanyangan itu menarik baik bagi laki-laki ataupun perempuan?
  • Apakah penonton belajar sesuatu dari tayangan tersebut?
  • Apakah penonton membicarakan acara tersebut ke teman-temannya?

1.png

         “ Why? ”

  • Mengapa anda menonton TV ?
  • Mengapa anda pergi ke bioskop?
  • Mengapa anda menggunakan Twitter?

3

  1. Surveillance Role:

Berita dan informasi

  • Peringatan (hati-hati dari ancaman) surveilans: ketika media berita / informasi memperingatkan masyarakat tentang akan terjadinya bahaya seperti badai, penurunan ekonomi, ancaman militer, dll .; juga digunakan untuk memperingatkan bahaya jangka panjang seperti penyakit, polusi, pertumbuhan penduduk, dll
  • 5.png

 

  • Instrumental surveilans:

informasi yang berguna dan membantu dalam kehidupan sehari-hari seperti jadwal film, harga saham, skor olahraga, mode, produk baru, bagaimana-untuk potongan, dll

Consequences of relying on the media surveillance function

  • Dengan media elektronik berita bisa dipublikasikan dengan cepat

Contohnya berita teroris yang menghancurkan gedung WTC

  • Tekadang media elektronik menyebarkan berita yang salah.

Contohnya : Pada tahun 2011, NPR keliru melaporkan bahwa Kongres Gabrielle Giffords telah meninggal menyusul insiden penembakan di Tucson, Arizona.

Dysfunctions of the media

  • Media dapat menyebabkan kepanikan dan kecemasan

Contohnya : Pada tahun 2004, banyak laporan menyimpulkan flu burung akan membunuh 150 juta orang di seluruh dunia (ini tidak pernah terjadi)

 

  1. Pengalihan

Pengalihan adalah penggunaan media sebagai pengalih perhatian terhadap situasi yang terjadi.

Adapun tiga besar bentuk pengalihan adalah :

  • Rangsangan : mencari kelegaan dari rasa bosan dan atau rutinitas yang dilakukan setiap hari.
  • Relaksasi : melarikan diri dari permasalahan dalam keseharian.
  • Pelepasan Emosi : konsumsi media yang dapat meluapkan emosi dan energi (film horror, dsb)
  1. Sosial Utilitas

Sosial utilitas menggambarkan kebutuhan manusia untuk memperkuat kontak dengan anggota keluarga , teman , dan seluruh kelompok sosial .

Percakapan yang berlaku : menggunakan percakapan media sebagai alas an umum untuk berhubungan dengan orang lain. Contoh: “apa kau menonton avengers ?” “Apa yang anda pikirkan tentang iklan superbowl?”

Hubungan Parasosial : fenomena di mana orang orang dapat mengembangkan ( satu sisi ) hubungan dengan karakter media. Contoh: fans dari karakter fiksi, penggemar band, orang-orang yang memiliki kontestan favorit dalam suatu ajang bakat.

  1. Keanggotaan

Keanggotaan merujuk kepada keinginan seseorang untuk menjadi suatu bagian dalam organsasi sosial. Internet adalah salah satu media yang dapat memberikan fungsi ini. Contoh : facebook, twitter, game online.

  1. Ekspresi

Ekspresi mengacu kepada kebutuhan masing-masing individu untuk mengungkapan pikiran, perasaan, dan pendapat mereka. Internet menyediakan fasilitas untuk individu bebas berekspresi. Contoh : blog, vlog.

  1. Penarikan

Penarikan menjelaskan tentang penggunan media sebagai “tembok” penghalang antara seseorang dengan orang lain.

Media masa dapat menciptakan sikap tidak ingin diinterupsi. Contoh : “ aku akan mengerjakan tugas setelah aku selesai menonton film ini.”

Orang juga menggunakan media massa untuk menciptakan zona penyangga di antara mereka dan orang di sekitarnya. Contoh : seringkali orang menghabiskan waktu di dalam bus atau tempat umum lainnya dengan membaca buku/koran atau mendengarkan lagu dengan earphone agar tidak diganggu oleh sekitarnya.

Pendekatan Kritis / Budaya

  • Kontras dengan pendekatan fungsional (lebih humanis dan kualitatif)
  • Membahas konsep yang berbeda (ideologi, budaya, politik, dan struktur sosial)

Sejarah

1930-1940           Marks and The Frankfurt School; menjunjung tinggi paham kapitalis dan memperkuat status quo.

1950-1960           British cultural studies; penonton media massa dapat mendefinisikan ulang produk dari budaya massa dan menciptakan kembali definisi yang baru untuk tujuan mereka sendiri.

1970-1980           Beragam pendekatan; sarjana feminist/patriarki, komunikasi sebagai ritual, dan mitos budaya terkandung dalam komunikasi massa.13png.png

Critical/cultural approach

Merupakan cara untuk membantu para penonton untuk lebih mengerti mengenai tujuan atau manfaat dari sebuah film daripada proses pembuatannya.

Critical or cultural approach sangat penting dalam pembelajaran budaya.

Dalam critical or cultural approach juga terdapat budaya patriarki dalam pembuatan iklan suatu produk.

 

 

Sekian terimakasih, boleh tinggalkan jejak anda di section comment!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s